Rabu, 15 Januari 2014

Pengajar dan Staf Risantya



Pada Bulan Maret 2009 Dinas Pendidikan menempatkan bapak Budi Setiono S.Pd sebagai kepala sekolah definitif di Sekolah dan Terapi Risantya sampai dengan sekarang, dengan jumlah personil guru dan terapis berjumlah 11 orang, dengan latar belakang guru pendidikan luar biasa dari UPI, UNINUS dan UNP, terapis Akademi Fisioterapi Solo, 1 petugas administrasi dan 1 caraka.
                                     
Struktur organisasi Sekolah dan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Risantya

Ketua Yayasan  : dr. Nelly Amalia Risan, Sp.A(K)

Kepala Sekolah : Budi Setiono S.Pd

Terapis        :   
  • Kusdarini AMF
  • Dian Argiantini S.Pd
  • Turkasih S.Pd
  • Nindhita Insani E S.Pd
  • Nirma Shofia Nisa S.Pd

Staf Pengajar     :  
  • Rinda Nurjanah S.Pd
  • M. Chandra Zakaria S.Pd
  • Siti Dewi Ratna Sari S.Pd
  • Nia Ratniasih AMd 
  • Dudi Nurdin Rahimi S.Pdi
  • Roumy Handayani Pesona S.Sn

Administrasi      : Lenny Laelani S.E

Rabu, 11 Desember 2013

Mengenal Sekolah dan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Risantya lebih dekat




A.      Latar Belakang
Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak-anak yang mempunyai kebutuhan baik permanent maupun sementara yang disebabkan oleh kondisi social, ekonomi, politik, kelainan bawaan maupun yang di dapat kemudian. Anak-anak ini mengalami hambatan perkembangan fisik, mental, kognitif, bahasa / komunikasi, interaksi social dan perilaku. Kondisi ini apabila tidak dilakukan intervensi dini dan tatalaksana yang tepat, sulit diharapkan perkembangan yang optimal. Mereka bukan saja menjadi tanggung jawab orang tua tetapi tanggung jawab kita semua. Agar anak-anak ini dapat teratasi diperlukan penanganan yang komprehensif dan terpadu dari bidang medis dan edukatif, dengan harapan agar tujuan dari penatalaksanaan anak kebutuhan khusus dapat tercapai yaitu “anak dapat mengatasi permasalahan perkembagannya dan dapat hidup mandiri sesuai dengan tahap perkembangannya”.
        Pusat pelayanan terpadu sangat diharapkan memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus untuk dapat belajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Saat ini masih banyak pusat pelayanan terpadu yang belum dapat memenuhi kebutuhan anak secara berkelanjutan sampai anak pada tahap perkembangan selanjutnya yaitu pada tahapan anak harus masuk sekolah. Penyelenggaraan pusat-pusat terapi yang ada belumlah dapat menampung seluruh anak dengan kebutuhan khusus yang ada sekarang ini. Dengan kondisi demikian perlu adanya penyelenggaraan pusat pelayanan pendidikan dan pelatihan yang dapat menampung anak-anak yang belum mendapat pelayanan pendidikan yang memadai sebagai upaya menormalisasi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
        Berdasarkan pemikiran di atas berdirilah Pusat Terapi dan Remediasi Anak dengan Kebutuhan Khusus yang diberi nama “ RISANTYA “ pada bulan April 2003. Yang dalam perkembangannya berkembang menjadi “Sekolah dan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Risantya” pada tahun 2008. Beberapa factor yang mendasari berdirinya Risantya diantaranya adalah :
  1. Perlunya anak berkebutuhan khusus mendapatkan kelayakan pendidikan yang sama seperti anak yang lainnya
  2. Mengingat masih terbatasnya pusat-pusat pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
  3. Mengingat penanganan bagi anak kebutuhan khusus berbeda dengan anak yang lainnya maka perlu adanya pusat pelayanan pendidikan yang khusus dan dengan pendekatan yang khusus pula
  4. Masih banyaknya anak kebutuhan khusus yang belum dapat mengikuti penatalaksanaan dengan alasan :
    1. daya tampung pusat terapi yang terbatas
    2. pusat terapi yang jauh dari lingkungan anak
    3. banyak pusat terapi yang membatasi usia anak
    4. kemampuan ekonomi orang tua anak kebutuhan khusus yang tidak mampu ( terlalu mahalnya biaya terapi )
       Dengan latar belakang keadaan diatas dan berdasar program pemerintah tentang pendirian Sekolah Luar Biasa, kami   berharap pendirian SLB “Risantya” yang berkedudukan di Jl. Kotabaru No.30 Ciateul, Bandung, dapat menjadi salah satu sarana pendidikan yang bermutu, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat berkembang sesuai potensinya, mandiri serta berdikari. Dengan adanya Risantya diharapkan dapat membantu anak berkebutuhan khusus mencapai hidup layak seperti anak pada umumnya dengan memperhatikan aspek-aspek social dan kemanusiaan. Kami berharap kedepannya dapat membuat suatu fasilitas secara berkelanjutan dalam bentuk pendidikan pra masyarakat, sehingga anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri dan produktif







B.     VISI DAN MISI
Visi :
Terlayaninya Kesempatan Belajar Bagi Semua Anak Berkebutuhan Khusus di Kota  Bandung dalam Lingkungan Pembelajaran Yang Ramah Dan Berkualitas di tahun 2014.

Misi :
1.   Mencetak pribadi yang mandiri dan berkarakter melalui pemberdayaan kemampuan yang ada sehingga mewujudkan pembelajaran aktif dan menyenangkan
2.   Mewujudkan manusia yang berakhlak mulia
3.   Menanamkan pribadi yang sesuai dengan agama, budaya dan bangsa
4.   Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus agar berbudi pekerti luhur, dan berperilaku yang dapat diterima oleh Masyarakat
5.   Melatih Anak Berkebutuhan Khusus melalui kegiatan Life Skill agar hidup Mandiri
C.    TUJUAN
Tujuan didirikannya SLB “Risantya”  ini antara lain :
1.      Membentuk manusia Indonesia yang bertqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Membentuk  manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, sehat, berilmu, cakap, mandiri dan bertanggung jawab
3.      Berperan aktif dalam mensukseskan program pemerintah yaitu “ Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun”.
4.      Menyediakan fasilitas dan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
5.      Menyelenggarakan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus
6.      Memberikan informasi dan penerangan kepada masyarakat langsung maupun tidak langsung tentang hak-hak anak dalam memperoleh pendidikan dan pengetahuan.
    Jenis terapi yang diberikan di Risantya terdisi dari Sensori Integrasi, Behaviour Therapy, Okupasi Terapi dan Physio therapi serta Bina Bicara.
      Telepon : 022-5203138 

.